Di kawasan Danau Sentarum terdapat dua buah sungai utama yaitu Sungai Tawang dan Sungai Leboyan. Sungai Tawang merupakan sungai yang menghubungkan antara Sungai Kapuas dengan komplek danau di Taman Nasional Danau Sentarum, sedangkan Sungai Leboyan berhulu ke Sungai Embaloh. Di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terdapat lebih dari 45 dusun permanen dan 10 dusun musiman yang letaknya tersebar di dalam kawasan. Dari penggalian sejarah, dusun-dusun yang berada dalam kawasan ada sejak sebelum abad 18 atau sekitar lebih dari dua abad yang lalu. Yang berarti sangat jauh jarak waktunya dengan penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi. Menurut batas-batas kawasan yang ada saat ini mencakup bagian tidak kurang dari 5 kerajaan yang terbentuk saat ini, yaitu Kerajaan Selimbau, Suhaid, Jongkong, Bunut dan Piasa dengan adat-istiadat yang berbeda-beda. Saat ini batas-batas tersebut telah menjadi kecamatan sehingga batas asli kerajaan sudah tidak jelas lagi, yang ada saat ini adalah batas-batas wilayah kerja nelayan.
Masyarakat Melayu tinggal di rumah lanting (rumah terapung), rumah jangkung (tiang tongkat rumah tinggi), dan rumah perahu (motor bandung/kelotok). Mata pencaharian mayoritas masyarakat melayu adalah nelayan dengan berbagai kegiatan antara lain menjala, memukat, memasang sentaban (jebakan ikan), memelihara ikan dalam karamba serta mengumpulkan ikan-ikan hias. Ikan yang dihasilkan berupa ikan segar, ikan salai/asap, ikan asin dan ikan hias. Jenis ikan untuk konsumsi seperti Toman, Jelawat, Patin, Lais dan Belida, sedangkan ikan hias misalnya Ulanguli dan Siluk Merah Super. Hasil panen ikan dari kawasan Danau Sentarum diperkirakan antara 5 – 6 milyar per tahun
PUNCAK BUKIT
TEKENANG
Selain itu sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai peternak lebah madu liar (Apis dorsata). Madu yang dihasilkan telah menjadi sumber pendapatan masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Keaslian madu Danau Sentarum telah diakui secara Internasional terbukti dengan didapatkannya sertifikat dari BIOCERT.Repak Tikung Lalau Rumah Betang. |
Hasil madu
yang dipanen setiap tahunnya berkisar antara 10 – 20 ton, atau senilai dengan
uang 250 – 500 juta rupiah. Pengambilan madu dilakukan secara tradisional
melalui 3 mcara yaitu: Tikung (Sarang buatan), Lalau (Lebah bersarang di kayu
besar),dan Rapak (Lebah yang bersarang di sembarang tempat).
Sebagai daerah
tujuan wisata, faktor pendukung seperti penginapan saat ini sudah mulai berkembang.Penginapan
kelas melati mudah ditemui di Lanjak, Semitau, dan Selimbau. Sementara jika
ingin menginap di Lanting (penginapan terapung) dapat ditemukan di daerah Semitau
dan bagi yang ingin menginap di motor bandung (kelotok) yang berlabuh di
sekitar kampung / desa bisa menghubungi pemilik kelotok / motor bandung tersebut.Fasilitas
penginapan yang tersedia di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum belum
begitu memadai, adapun rute
perjalanan sebagai berikut :
1.)Mengendarai
pesawat terbang dari Pontianak ke Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, kemudian
dari Putussibau ke Nanga Suhaid (Jurusan Sintang) dengan menggunakan :
- Speedboat 40 PK
selama 5 jam
- Motor bandung
selama 1 hari Dari Suhaid ke kawasan Taman Nasional Danau Sentarum
2.)Menggunakan
bus dari Pontianak ke Sintang selama 8-9 jam.Kemudian perjalanan dilanjutkan
dari Sintang ke Semitau dengan:
- Minibus / L.300
selama 4 jam
- Speedboat 40 PK
selama 5 jam
- Motor Bandung
selama 1½ hari.
Dari Semitau ke
kawasan Taman Nasional Danau Sentarumm menggunakan Speedboat 40 PK selama
1½ Jam atau menggunakan motor tambang / bandung selama 6 jam.
No comments:
Post a Comment